Minggu, 07 Desember 2014


LAPORAN PENDAHULUAN

ASUHAN KEPRAWATAN PADA KLEN PENYAKIT MAAG

 


DEFINISI

Penyakit maag [gastritis] adalah penyakit yang muncul karena adanya gangguan pada lambung  yang dipicu oleh meningkatnya kadar asam lambung, sedangkan peningkatan asam lambung dalam waktu yang lama akan berdampak pada terjadinya radang lambung atau tukak lambung sehingga bagi penderita penyakit maag ini akan mengalami rasa sakit, yaitu sakit pada lambung dan ulu hati yang biasanya juga disertai dengan adanya rasa mulas dan perih pada bagian perut.
Ada 2 macam maag :
1.Maag akut (inflamasi mukosa lambung) paling sering diakibatkan oleh kesalahan diit, mis. makan terlalu banyak, terlalu cepat, makan makanan yang terlalu banyak bumbu atau makanan yang terinfeksi. Penyebab lain termasuk alcohol,  aspirin, refluks empedu atau terapi radiasi.
2.Maag Kronis : Inflamasi lambung yang berkepanjangan yang disebabkan oleh ulkus lambung jinak maupun ganas atau bakteri.

Etiologi
·        Gaya hidup yang tidak sehat
·        peradangan mukosa lambung 
·        Pola makan yang tidak teratur
·        Terlalu banyak memakan makanan mengandung banyak lemak yang merangsang produksi asam lambung
·        Hati-hati karena Stres, terlalu lelah, dan tekanan emosi yang berlebihan dapat memicu maag
·        Terlalu banyak begadang, sehingga kurang tidur akibatnya insomnia
·        Merokok.
·        Kecanduan kopi yang berlebihan
·        Mengonsumsi minuman beralkohol.
·        Mengonsumsi jenis obat tertentu dalam jangka panjang
·        Bakteri,  mikroorganisme yang merugikan (helycobacter pylori) , karena mengeluarkan zat yang merangsang produksi asam lambung.
Penyebab dari maag dapat dibedakan sesuai dengan klasifikasinya :
  1. Gastritis Akut Penyebabnya : stres psikologi, obat analgetik, anti inflamasi terutama aspirin (aspirin yang dosis rendah sudah dapat menyebabkan erosi mukosa lambung), makanan, bahan kimia misalnya lisol, alkohol, merokok, kafein lada, steroid dan digitalis.
  2. Gastritis Kronik Penyebab dan patogenesis pada umumnya belum diketahui, biasanya disebabkan oleh ulkus benigna atau maligna dari lambung Helicobacter pylori. Gastritis ini merupakan kejadian biasa pada orang tua, tapi di duga pada peminum alkohol, dan merokok.
Tanda dan Gejala
  • Sakit saat buang air besar
  • Mual dan muntah
  • Sering merasa lapar
  • Perut kembung
  • Nyeri yang terasa perih pada perut dan dada
  • Sering bersendawa
  • Sering merasakan rasa sakit pada lambung dan ulu hati.
  • Jika terlambat makan maka perut akan kembung
  • Perut terasa sakit setelah anda makan
  • Nafsu makan menjadi turun, wajah terlihat pucat, adanya keringat dingin, hingga  kepala terasa pusing.
Pantofisiologi
A. Gastritis Akut
Alkohol berlebih , terlalu sering memakan makanan yang mengandung nitrat (bahan pengawet) atau terlalu asam (cuka) , kafein (teh dan kopi) serta kebiasaan merokok > memicu terjadinya gastritis : Karena bahan-bahan tersebut bila terlalu sering kontak dengan dinding lambung akan memicu sekresi asam lambung berlebih sehingga dapat mengikis lapisan mukosa lambung.
Kemudian stress psikologis maupun fisiologis yang lama > menyebabkan gastritis.Stress (syok, sepsis, dan trauma) > menyebabkan iskemia mukosa lambung. Iskemia mukosa lambung >  mengakibatkan peningkatan permeabilitas mukosa akibatnya terjadi difusi balik H+ ke dalam mukosa. Mukosa tidak mampu lagi menahan asam berlebih menyebabkan edema lalu rusak.
B.Gastritis Kronik
Gastritis kronis dapat diklasifikasikan tipe A atau tipe B. :
Tipe A (sering disebut sebagai Gastritis autoimun) diakibatkan dari perubahan seluler. Hal ini dihubungkan dengan penyakit autoimun seperti anemia pernisiosa dan terjadi pada fundus atau korpus dari lambung.
Tipe B (kadang disebut sebagai Gastritis H.pylori) mempengaruhi antrum dan pilorus (ujung bawah lambung dekat duodenum), dihubungkan dengan bakteri H.pylori : faktor diet seperti minum panas atau pedas, penggunaan obat-obatan dan alkohol, merokok, atau refluks isi usus kedalam lambung (Buku ajar keperawaran medikal bedan Brunner and Suddarth, Vol. 2, EGC, 2001. Hal : 1062). 

Pemeriksaan Penunjang :
  1. Nilai haemoglobin dan hematokrit untuk menentukan adanya anemia akibat perdarahan.
  2. Kadar serum gastrin rendah atau normal, atau meninggi pada gastritis kronik yang berat.
  3. Pemeriksaan rontgen dengan sinar X barium untuk melihat kelainan mukosa lambung.
  4. Endoskopi dengan menggunakan gastrocopy untuk melihat kelainan mukosa lambung.
  5. Pemeriksaan asam lambung untuk mengetahui ada atau tidak peningkatan asam lambung
  6. Pemeriksaan darah untuk memeriksa apakah terdapat H. Pylori dalam darah. Hasil tes yang positif menunujukkan bahwa pasien pernah kontak dengan bakteri pada suatu waktu dalam hidupnya tapi itu tidak menunjukkan bahwa pasien tersebut terkena infeksi. Tes darah dapat juga dilakukan untuk memeriksa anemia yang terjadi akibat perdarahan lambung karena gastritis.
  7. Pemeriksaan feses tes ini untuk memeriksa apakah terdapat bakteri H. Pylori dalam feses atau tidak. Hasil yang positif dapat mengindikasikan terjadinya infeksi. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap adanya darah dalam feses. Hal ini menunjukkan adanya pendarahan dalam lambung.
  8. Analisa lambung tes ini untuk mengetahui sekresi asam dan merupakan tekhnik penting untuk menegakkan diagnosis penyakit lambung. Suatu tabung nasogastrik dimasukkan ke dalam lambung dan dilakukan aspirasi isi lambung puasa untuk dianalisis. Analisis basal mengukur BAO( basal acid output) tanpa perangsangan. Uji ini bermanfaat untuk menegakkan diagnosis sindrom Zolinger- Elison (suatu tumor pankreas yang menyekresi gastrin dalam jumlah besar yang selanjutnya akan menyebabkan asiditas nyata).

Penatalaksanaan
Pada gastritis, penatalaksanaanya dapat dilakukan dengan (medis dan non medis), yaitu sebagai berikut:
a.Gastritis Akut
  • Intruksikan pasien untuk menghindari alkohol.
  • Bila pasien mampu makan melalui mulut, anjurkan diet mengandung gizi.
  • Bila gejala menetap, cairan perlu diberi secara parenteral.
  • Bila perdarahan terjadi, lakukan penatalaksanaan untuk hemoragi saluran gastrofestinal.
  • Untuk menetralisir asam gunakan antasida umum.
  • Untuk menetralisir alkhali gunakan jus lemon encer atau cuka encer.
  • Pembedahan darurat mungkin diperlukan untuk mengangkat gangren atau perforasi.
  • Jika gastritis terjadi akibat menelan basa kuat, gunakan sari buah jeruk yang encer atau cuka yang di encerkan.
  • Reaksi lambung diperlukan untuk mengatasi obstruksi polirus.
b. Gastritis Kronik
  • Dapat diatasi dengan memodifikasi diet pasien, diet makan lunak diberikan sedikit tapi lebih sering.
  • Mengurangi stress
  • H.pylori diatasi dengan antibiotik (seperti tetraciklin ¼, amoxillin) dan gram bismuth (pepto-bismol)


DAFTRA PUSTAKA
·          (Buku ajar keperawaran medikal bedan Brunner and Suddarth, Vol. 2, EGC, 2001. Hal : 1062).

·        Bakta, I Made, dkk.1999. Gawat Darurat di Bidang Penyakit Dalam. Jakarta: EGC.

·        Bruner & Sudart. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, Vol. 2, Edisi 8. Jakarta : EGC.

·        Diane C. Baughman, 2000, Keperawatan Medikal-Bedah. Jakarta: EGC.

·        Doengoes, Marilyn E. dkk. 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta : Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI.

·        Grace, Pierce & Borley Neil. 2007. At A Glance : Ilmu Bedah Edisi 3. Jakarta : Erlangga.

·        Misnadiarly. 2009. Mengenal Penyakit Organ Cerna: Gastritis (Dyspepsia atau maag), Infeksi Mycobacteria pada Ulser Gastrointestinal. Jakarta: Pustaka Populer Obor.

  • Bruner & Sudart, (2002), Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, Vol. 2, Edisi 8, EGC, Jakarta
  • Doengoes,Marilyn.E.dkk.2006.Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKU
  • Mansjoer. Arif. 2001. Kapita Selekta Kedokteran. Ed3 .Jilid 2. Jakarta : FKUI.
  • Wilkinson, Judith M. 2007. Buku Saku Diagnosis Keperawatan dengan Intervensi NIC dan Kriteria NOC. Jakarta : EGC

2 komentar :